Islam Untuk Semua Umat

Showing posts with label tokoh. Show all posts
Showing posts with label tokoh. Show all posts
Monday, September 16, 2013

Pesan & Wasiat Habib Munzir

Tulisan ini diambil dari blog habib Munzir, http://majeliskecil.wordpress.com/, yang diposkan pada tanggal 6 Mei 2011.

"Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah.. sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku. Usia saya kini 37 tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada 19 muharram ini.” 

_________________________________________________________________________


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Berikut ini kami sampaikan pesan dari Habib Munzir Almusawa yang kami dapat dari kawan-kawan pecinta Majelis Rasulullah.

PESAN & WASIAT HABIB MUNZIR (mohon dibaca & mohon doanya)
Bagikan
Kemarin jam 18:07
Wasiat Dan Pesan Habibana
Hari ini jam 9:40
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis..

Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…
Dihadapanku acara esok malam di monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui jamaah yg lebih banyak..
Ternyata yg kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yg terus menjadi jadi
Aku terus menoleh kekiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri disekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja
Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!, adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg jaub lebih berat..
Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada apa2, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..
Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR dibulan juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan istirahatlah…
Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,
Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku: wafatmu akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!
Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau masuk.. mari…
Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..
Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..
Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”
Usia saya kini 37 tahun pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada 19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dg perjumpaan yg abadi..
Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yg kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Lintas Islam tashawuf, tokoh
Monday, September 9, 2013

Nasruddin Hoja: Karakter Lucu, Berani, dan Sarat Hikmah



Nasrudin Hoja merupakan tokoh kocak pada kisah sufistik yang dikenal di seluruh dunia, terutama di negara-negara berpenduduk Muslim. Setiap kisah selalu menampilakannya dalam kondisi yang berbeda-beda melalui ide dan cara pandang humoris dan mengekpos komentar berani namun kocak dan penuh dengan hidup. Yang paling menarik dari cerita-cerita tokoh ini adalah meski lucu namun sarat dengan makna filosofis, sufistik; menggelitik nalar dan hati nurani.

Menurut berbagai sumber, sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol ini merupakan seorang filosof yang bijak dan penuh dengan cita rasa humor. Kisah-kisah Nasrudin telah dikenal hampir di seluruh belahan dunia. Tentu saja, seluruh kisah tentang Hoja dengan rentang waktu lebih dari 7 abad, tidak semua asli darinya. Kebanyakan merupakan produk budaya humor secara kolektif bukan hanya dari Budaya Turki tapi juga dari masyarakat Islam lainnya. Meski begitu dikenal, Hoja merupakan tokoh yang masih diperdebatkan keberdaanya antara fiktif dan sejarah. Banyak teori tentang biografinya, namun sayangnya belum cukup memberikan data yang valid. 

Sejak Abad ke-16, tokoh ini semakin populer karena ia menawarkan alternatif kepada masyarakat yang mulai bosan terhadap segala hal yang sifatnya formal dan kaku. Kisah tentang Nasrudin Hoja pada awalnya ditemukan dalam beberapa manuskrip pada awal abad ke-15. Cerita pertama ditemukan dalam Ebu'l-Khayr-i Rumis Saltuk-name (1480). Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Nasrudin merupakan murid sufi dari Seyyid Mahmud Hayrani di Aksehir, barat laut Turki modern.

Pada abad ke-19, Mufti Sivrihisar, Huseyin efendi, menulis dalam Mecmua-i Maarif bahwa Nasrudin lahir pada 1208 di desa Hortu (sekarang disebut Nasreddin Hoca Koyu) bagian dar Sivrihisar dan meninggal 1284 di Aksehir, setelah hijrah ke sana. Menurut sumber ini, Hoja belajar di SIvrihisar dan madrasah Konya. Hoja belajar fiqh serta belajar tasawuf langsung pada Mawlana Jala al-Din al-Rumi (1207-1273) di Konya. Kemudian Hoja mengikuti Seyyeid Mahmud Hayrani, sebagi guru sufi keduanya, hijrah ke Aksehir dan menikah di sana. Konon, sewaktu masih muda, Nasrudin selalu membuat ulah yang menarik bagi teman-temannya, sehingga mereka sering lalai akan pelajaran sekolah. Maka gurunya yang bijak bernubuwat: “Kelak, ketika engkau sudah dewasa, engkau akan menjadi orang yang bijak. Tetapi, sebijak apa pun kata-katamu, orang-orang akan menertawaimu.” Ramalan pun menjadi kenyataan, di Aksehir, Hoja menjadi Imam dan hakim. Karena rasa humor yang tinggi dan ulasan-ulasanya yang cemerlang, ia menjadi sangat tersohor dan terkemuka di kota itu.

Kisah-kisah Nasrudin Hoja dikenal di seluruh Timur Tengah yang tentu kemudian diwarnai dengan budaya di mana cerita itu berkembang. Yang jelas, kebanyakan kisah Nasrudin diceritakan sebagai kisah lucu dan anekdot. Kisah-kisah ini tidak henti-hentinya diceritakan baik di kafe, di tempat orang-orang berkumpul untuk ngobrol, serta di rumah sebagi bahan cerita untuk anak. Meski begitu akrabnya kisah Hoja dengan masyarakat, satu karakter yang tetap melekat pada kisah Hoja ini adalah inti yang terkandung dari kisah lucu tersebut hanya orang-orang pada level inteletual tertentu yang mampu memahaminya. Kisah-kisah lucu namun kaya akan pesan moral, biasanya bahkan penuh dengan pesan-pesan spiritual yang mencerahkan dan tak jarang juga memuat perilaku dan jalan menuju maqam makrifatullah. Karena itulah, tak jarang kisah-kisah Hoja ini menjadi materi pengajian sufi. 

Kisah-kisah Hoja juga sarat dengan sindiran dan kritik yang cukup berani terhadap tirani dan kekuasan serta ketimpangan sosial dan egoisme elit. Karena itulah, Nasrudin merupakan simbol keberanian, penentangan, sarkastis, ironis, dan komedi kritis di Timur Tengah. 

Di Indonesia, kemasyhuran Nasrudin Hoja hampir tidak kalah dengan Abu Nawas. Di tengah dahaga kaum Muslim Indonesia akan nilai-nilai spiritual, beberapa buku yang memuat kisah-kisah Nasrudin Hoja pun laris manis di pasaran.

Berikut adalah salah satu contoh kisahnya yang lucu dan penuh sindiran terhadap penguasa:

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,

"Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya."

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

"Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca."

Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?"

Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar."

"Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas, "Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?"

Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berati kita setolol keledai, bukan ?"

Itulah satu contoh kisah humor sufistik dari Hoja, dan masih ada ratusan cerita lucu penuh makna yang dikaitkan dengan tokoh kita yang satu ini.

Republika online





Lintas Islam tashawuf, tokoh
Tuesday, January 1, 2013

Kisah Nabi Muhammad SAW




Film kartun anak, berkisah tentang nabi Muhammad

Muhammad bin Abdullāh (Arab: محمد بن عبد الله) adalah pembawa ajaran/agama Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi dan (Rasul) yang terakhir. Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, ia disebutkan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hijazh, Arab Saudi. Nabi Muhammad haram digambarkan dalam bentuk patung, kartun ataupun gambar ilustrasi.





Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.


Lintas Islam film, tokoh
Friday, December 28, 2012

Kisah Nabi Ismail


Film kartun anak, berkisah tentang Nabi Ismail

Ismail (Bahasa Arab إسماعيل ) (sekitar 1911-1779 SM) adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama samawi. Ismail adalah putera dari Ibrahim dan Hajar, kakak kandung dari Ishaq. Ia dianggkap menjadi nabi pada tahun 1850 SM. Ia tinggal di Amaliq dan berdakwah untuk Qabilah Yaman, Mekkah. Namanya disebutkan sebanyak 12 kali dalam Al-Quran. Ia meninggal pada tahun 1779 SM di Mekkah. Secara tradisional ia dianggap sebagai Bapak Bangsa Arab.


Lintas Islam
Lintas Islam film, tokoh
Tuesday, December 25, 2012

Kisah Nabi Ibrahim





Film kartun anak, berkisah tentang nabi Ibrahim

Ibrahim (Bahasa Arab إبراهيم ) (sekitar 1997-1822 SM) merupakan nabi dalam agama Samawi. Ia mendapat gelar dari Allah dengan gelar Khalil Allah (Sahabat Allah). Selain itu ia bersama anaknya, Ismail terkenal sebagai pengasas Kaabah. Ia diangkat menjadi nabi sekitar pada tahun 1900 SM, diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kota Ur, negeri yang disebut kini sebagai Iraq. Ibrahim dianggap sebagai salah satu nabi Ulul azmi.


Lintas Islam film, tokoh
Thursday, December 20, 2012

Sang Pencerah


Sang Pencerah adalah film drama tahun 2010 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo berdasarkan kisah nyata tentang pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Film ini dibintangi oleh Lukman Sardi sebagai Ahmad Dahlan, Ihsan Idol sebagai Ahmad Dahlan Muda, dan Zaskia Adya Mecca sebagai Nyai Ahmad Dahlan.

Film ini menjadikan sejarah sebagai pelajaran pada masa kini tentang toleransi, koeksistensi (bekerjasama dengan yang berbeda keyakinan), kekerasan berbalut agama, dan semangat perubahan yang kurang. Sang Pencerah mengungkapkan sosok pahlawan nasional itu dari sisi yang tidak banyak diketahui publik. Selain mendirikan organisasi Islam Muhammadiyah, lelaki tegas pendirian itu juga dimunculkan sebagai pembaharu Islam di Indonesia. Ia memperkenalkan wajah Islam yang modern, terbuka, serta rasional. Versi novel kisah ini ditulis oleh wartawan-sastrawan Akmal Nasery Basral, dan mendapat predikat Fiksi Terbaik Islamic Book Fair Award 2011.



Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Muhammad Ihsan Tarore) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.

Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.

Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar.

Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Dalam khotbah pertamanya sebagai khatib, dia menyindir kebiasaan penduduk di kampungnya, Kampung Kauman, Yogyakarta. "Dalam berdoa itu cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan, tak perlu kiai, ketip, apalagi sesajen," katanya. Walhasil, Dahlan dimusuhi.

Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat.

Dahlan, yang piawai bermain biola, dianggap kontroversial. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan priyayi Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.


Lintas Islam
Lintas Islam film, tokoh
Tuesday, December 18, 2012

Lion of The Desert (movie)

Cover Lion Of the Desert

Film Lawas: Pemimpin Libya Moummar Quaddafi membiayai epik gurun ini tentang seorang pahlawan Libya yang membantu bangsanya menahan serangan invasi Italia pada tahun 1929. Anthony Quinn berperan sebagai Omar Mukhtar, yang memimpin pasukan Libya untuk menahan pasukan Italia yang menginvasi di bawah Jenderal Rodolfo Graziana (Oliver Reed), yang berusaha untuk mendapatkan pijakan di tanah Libya di bawah perintah langsung dari diktator Italia Mussolini (Rod Steiger). Dengan kegigihan Mukhtar, seorang Libya, memerangi tank dan senjata tentara Italia bersama pasukan Badui di atas punggung kuda, berhasil menahan pasukan Italia selama dua puluh tahun, sampai Mukhtar akhirnya tertangkap dan dieksekusi.














Lintas Islam film, tokoh
Friday, December 14, 2012

Dari Sigmund Freud ke Imam Al Ghazali

Ilustrasi Wajah Al Ghazali


Benar juga dugaan saya... Pada tahun 90-an, saya pernah mengatakan kepada ustad saya yang seorang Muhammadiyah, seorang Doctor lulusan IAIN (almarhum, saat itu beliau masih bergelar S2), bahwa di masa depan Amerika dan orang-orang Barat akan banyak yang memeluk Islam melalui sufi. Beliau membantah prediksi saya tersebut dengan dalih bahwa orang-orang Barat sangat rasional, dan akan lebih menerima Islam melalui pemikiran Islam yang rasional daripada sufi. Kenyataannya, saat ini ilmuwan di Amerika dan Barat mulai meneliti hasil-hasil pemikiran Al Ghazali, terutama dalam kajian bidang psikologi. Bila apa yang dihasilkan oleh pemikiran Al Ghazali dapat dibuktikan secara ilmiah, maka bisa jadi akan terjadi pergeseran teori psikologi dari Sigmund Freud ke Al Ghazali, atau setidaknya akan terdapat dua aliran psikologi yaitu aliran Sigmund Freud dan aliran Al Ghazali.

Seperti telah diketahui oleh para ilmuwan, bahwa Sigmund Freud dan Al Ghazali memiliki teori yang sangat bertentangan seratus delapan puluh derajat. Teori Freud mengatakan bahwa motif dari tindakan manusia adalah untuk memuaskan kebutuhan fisik dan material mereka. Seseorang akan bahagia bila ia dapat mencapai tujuan ini. Sedangkan Al Ghazali dan kaum sufi berpendapat sebaliknya, bahwa manusia akan dapat mencapai kebahagiaan bila ia dapat mengendalikan hasrat untuk memuaskan kebutuhan fisik dan material mereka, yang dalam istilah agama disebut sebagai syahwat. Al Ghazali juga menulis karya yang membahas subyek tentang 'penyakit hati' yang saat ini menjadi penyakit modern, bagaimana mendiagnosa dan mengobatinya. Bila riset di Barat membuktikan bahwa teori Al Ghazali dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan orang-orang Barat secara mayoritas berpindah dari aliran Freud ke aliran Al Ghazali, maka kita akan menyaksikan revolusi psikologi dan kebudayaan di Barat yang lagi-lagi diinspirasikan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam abad pertengahan. Setelah Barat mengalami kebangkitan science, kedokteran, dan ilmu pengetahuan dengan menggali pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh Ibnu Sina, Ar Razi, Ibnu Rusyd dan ilmuwan-ilmuwan Islam dari mazhab Mutazillah dari abad pertengahan, maka di masa depan kemungkinan Barat akan mengalami revolusi kebudayaan setelah menggali pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh Al Ghazali dan ulama-ulama sufi dari abad pertengahan pula.

Sementara mayoritas Muslim yang hidup di negara-negara Muslim maupun di negara-negara sekuler akan selalu menjadi pengekor. Kita menyaksikan bahwa mayoritas muslim saat ini makin berperilaku seperti pengikut aliran Freud karena pengaruh pemikiran Barat yang sangat dominan. Banyak muslim saat ini yang berlomba-lomba dalam memuaskan hasrat fisik dan material, sehingga berbagai cara termasuk cara-cara yang haram pun dilakukan. Kesuksesan seorang muslim tidak lagi dinilai dari seberapa gigih ia mengendalikan hasrat syahwat mereka dan bertanggung jawab secara sosial, tetapi menilainya dari seberapa banyak kebutuhan fisik dan material yang dapat mereka puaskan dari harta yang berhasil mereka kumpulkan. Menjadi suatu pendapat umum saat ini, bahwa orang yang paling banyak memuaskan hasrat fisik dan material adalah orang-orang yang paling bahagia. Padahal orang-orang di Barat sana mulai menyadari bahwa keserakahan mereka dalam memuaskan hasrat fisik dan material adalah sumber dari ketidakbahagiaan. Kesadaran yang sama yang dialami oleh Al Ghazali di dalam film dokumenter Al Ghazali: The Alchemist of Happiness ketika ia meninggalkan rumah, mendermakan sebagian besar hartanya dan mengambil hanya yang cukup untuk kebutuhan pribadinya.

Al Ghazali memang banyak dituduh sebagai penyebab kemunduran science, kedokteran dan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam setelah kritiknya atas filsafat yang digunakan sebagai metodologi dalam mazhab Mutazillah memenangkan hati umat Islam dan mengakibatkan terjadinya penghukuman dan pengusiran (pengasingan) atas ulama-ulama Mutazillah. Ar Razi dihukum dengan cara dipukulkan kepalanya dengan buku hasil karyanya yang mengakibatkannya buta, karena ia dituduh zindiq (sesat) karena mengamalkan filsafat. Perintah penguasa saat itu: "Pukulkan bukunya ke kepalanya sampai bukunya hancur atau kepalanya yang hancur". Ibnu Sina dikejar-kejar, sehingga ia harus menjadi buronan dan berpindah-pindah tempat bersembunyi di rumah sahabat-sahabatnya. Ibnu Rusyd bernasib lebih baik karena ia hanya mengalami hukuman pengasingan. Penghukuman ini muncul akibat fanatisme dan pemahaman kerdil dari mayoritas umat Islam, sesuatu yang sesungguhnya tidak disukai oleh Al Ghazali. Dalam film dokumenter tersebut part 3, Al Ghazali mengatakan: "Bahaya muncul dari mereka yang kurang pengetahuan. Mereka yakin bahkan argumen yang masuk akal dari para filsuf, hanya karena ditulis oleh para filsuf, maka mesti ditolak. Tak peduli dari mana atau siapa ia mendengar argumen ini, karena tak memiliki cahaya pengetahuan, mereka tolak. Kepicikan dan kurangnya pengetahuan membuat mereka menolak segala argumen..... Muslim yang jahil lebih bahaya daripada orang kafir"

Tetapi pemikiran Al Ghazali mengalami nasib yang sama pula. Buku-bukunya dibakar oleh kaum fanatik Mediteranian dari Spanyol sampai Syria. Pemikirannya mulai banyak ditinggalkan setelah munculnya kritik oleh Ibnu Thaimiyah terhadap pemikiran Al Ghazali dan sufi. Ibnu Thaimiyah hidup di masa di mana Islam telah mengalami penurunan. Baghdad yang merupakan ibukota dari kekhalifahan Abbasiyah telah dihancurleburkan oleh pasukan Mongol. Cordoba yang merupakan ibukota dari kekhalifahan Abdurrahman (sisa-sisa Bani Umayyah yang berhasil melarikan diri saat terjadi revolusi Abbassiyah) telah dihancurleburkan pula oleh pasukan Salib. Ibnu Thaimiyah tinggal di Baghdad. Di masa itu, sufi menjadi praktek-praktek keagamaan yang paling banyak dianut oleh mayoritas Muslim (mainstream). Seperti diceritakan oleh Annemarie Schimmel - seorang Doktor dari Jerman yang mendalami tentang subyek sufi - di masa itu anda akan menemukan sufi sebagai mainstream. Anda akan menemukan banyak guru-guru sufi yang menjadi pemimpin-pemimpin umat Islam. Umat Islam telah banyak yang putus asa karena kekalahan yang mengubah status sosial mereka dari kelas yang memimpin menjadi kelas yang dikalahkan, dan para guru sufi mengajarkan bahwa "kita dapat menolong diri sendiri, bila kita mengharapkan cinta dari Allah". Sufi telah memenangkan hati umat Islam, dan pada akhirnya memenangkan hati penguasa Mongol. Mereka memeluk Islam. Dan sufi juga pada akhirnya memenangkan hati Annemarie Schimmel. Ia juga memeluk Islam (hal yang sama terjadi di Indonesia, di mana Sufi juga memenangkan hati penduduk Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang berpindah dari agama asli ke Islam jauh lebih cepat daripada di negara Hindustas melalui guru-guru sufi yang berasal dari Yaman. Sementara di negara Hindustan [India, Pakistan dan sekitarnya], hanya lima belas persen penduduk Hindustan yang berpindah dari agama asli ke Islam, walaupun kekhalifahan Islam telah menjejakkan kaki di sana selama lebih dari lima belas tahun).

Menurut Ibnu Thaimiyah, penguasa Mongol yang telah Muslim tersebut, dianggapnya tidak menjalankan syariat-syariat Islam sebagaimana yang dilakukan pada masa-masa ulama Salaf. Praktek-praktek keagamaan baru yang dihasilkan oleh peradaban sufi juga dianggapnya sebagai penyimpangan, yang tidak pernah dilakukan oleh ulama-ulama Salaf. Sejak Ibnu Thaimiyah lah muncul ide-ide tentang penegakan syariat dan penghapusan praktek-praktek di luar Islam yang murni, dan mengembalikan Islam sebagaimana yang dipraktekkan oleh ulama-ulama Salaf. Oleh karena itu aliran Ibnu Thaimiyah disebut sebagai aliran Salafy. Pada awalnya, ide Ibnu Thaimiyah ini tidak mendapatkan tempat di hati umat Islam.

Ide-ide Ibnu Thaimiyah ini semakin menguat ketika negara-negara Islam dijajah oleh negara-negara Barat dan dipaksakan untuk menerima hukum-hukum yang dipaksakan oleh penguasa-penguasa kafir ini. Murid dari murid dari murid-murid Ibnu Thaimiyah, Jamaludin Al Afghani, meghidupkan ide-ide Ibnu Thaimiyah ini. Selain ide tentang penegakan syariat dan pengecaman terhadap praktek-praktek sufi, Jamaludin Al Afghani juga memunculkan ide tentang kekhalifahan global dan kebutuhan akan pengajaran ilmu-ilmu modern (baca: Barat) untuk bisa mengalahkan Barat. Ide Jamaludin Al Afghani diteruskan oleh muridnya, Muhammad Abduh, selanjutnya dilanjutkan oleh murid dari Muhammad Abduh, Rasyid Ridha. Pada masa Rasyid Ridha ini, ide-ide Salafy semakin berbuah dan berpengaruh besar di dunia Muslim, terutama di negara-negara yang dijajah oleh Barat. Ide Salafy ini dibawa ke Indonesia oleh Ahmad Dahlan yang kemudian mendirikan Muhammadiyah dan Hasyim Asy'ari yang mendirikan Nahdlatul Ulama. Ada perbedaan penerimaan/penolakan antara Muhammadiyah dan NU dalam hal penerapan syariat dan sufi, tetapi mereka memiliki kesamaan untuk menerapkan metode pengajaran ilmu-ilmu Barat di sekolah-sekolah Islam.

Setelah penjajahan Barat berakhir, banyak dari negara-negara muslim bekas jajahan yang mengadopsi negara sekuler. Di negeri Mesir, aliran Salafy ini melahirkan gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Hasan Al Banna, sebagai reaksi atas tekanan pemerintahan sekuler Mesir. Selanjutnya nafas Ikhwanul Muslimin ini dibawa ke Indonesia dan kita dapat melihat afiliasi organisasi ini di Indonesia dalam Partai Keadilan Sosial (PKS).

Sementara di Arab Saudi, gerakan Salafy ini dikembangkan oleh murid dari murid dari murid-murid Ibnu Thaimiyah dari jalur lain, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab, yang mendirikan organisasi Salafy, tetapi lebih dikenal oleh umat Islam di luar kelompok mereka sebagai Salafy-Wahabi untuk membedakannya dengan organisasi Salafy lainnya. Jadi kita melihat ada beberapa reinkarnasi dari gerakan Salafy, yaitu Salafy yang lebih memfokuskan pada pendidikan seperti Muhammadiyah dan NU, ada yang memfokuskan pada politik seperti Ikhwanul Muslimin dan PKS, dan ada yang memfokuskan pada kemurnian fiqh dan penegakan negara Islam seperti Salafy-Wahaby. Selain mereka masih ada reinkarnasi dari gerakan Salafy ini di berbagai tempat. Dalam terminologi kajian Islam di Barat, aliran-aliran Islam biasanya dikategorikan menjadi Islam Klasik (yaitu Islamnya para Imam Mazhab dan Sufi) dan Islam Salafy. Istilah Salafy-Wahaby juga digunakan untuk membedakan Salafy-Wahaby dengan Salafy lainnya, mengingat extremisme Salafy-Wahaby dalam aksi mereka terhadap penegakan negara Islam dan pemurnian akidah. 

Ada satu lagi kategori Islam lain, yaitu Islam Liberal. Bila gerakan Salafy didasari motif perlawanan terhadap Barat, gerakan Islam Liberal muncul di era di mana penjajahan Barat atas dunia Muslim telah berakhir. Bila dibandingkan gerakan salafy yang memiliki pandangan negative terhadap Barat, Islam Liberal memiliki pandangan positif atas budaya barat. Islam Liberal menggunakan pendekatan "hermeneutic", yaitu metode yang digunakan oleh Barat untuk melakukan penelaahan atas kitab-kitab klasik. Metode ini merupakan pendekatan yang digunakan Kristen di Barat pada masa lalu untuk mengkaji Injil sehingga pemahaman terhadap Injil mengalami modernisasi. Para penggiat Islam Liberal berpendapat, bahwa Islam akan mendapatkan kejayaannya, bila umat Islam mau menelaah kembali kitab suci mereka dan menyesuaikan pemahaman atas kitab suci mereka sesuai dengan perkembangan masyarakat modern. 

Mengingat penjajahan Barat atas dunia Islam yang cukup panjang tersebut, maka wajar bahwa pemikiran Islam Klasik dan sufi telah lama ditinggalkan dan pemikiran aliran Islam lainnya menjadi mainstream di jaman modern ini. Menjadi ironis, ketika pemikiran Islam Klasik dan sufi mulai ditinggalkan oleh mainstream dunia Islam, justru di Barat saat ini sedang diteliti dan dikembangkan. Lebih ironis lagi, sejarah pengecaman terhadap ulama Islam oleh ulama-ulama Islam lainnya terulang, walaupun tidak sedahsyat yang terjadi pada ulama-ulama Mutazilah di masa lalu. Pengecaman tersebut bukan lagi suatu kritik, tetapi sudah menjadi 'pembunuhan karakter' dengan mengatakan bahwa sufi adalah sesat, bid'ah, musyrik, khurafat, bukan dari Islam, dan kecaman lainnya. Tidak mustahil bahwa di masa depan Barat kembali mendominasi pemikiran dalam hal kebudayaan yang dikembangkan dari kekayaan intelektual Islam di masa lalu, sementara dunia Islam mulai mempelajari karya intelektual Islam dari Barat seperti yang terjadi dengan science, kedokteran dan ilmu pengetahuan sebelumnya.


by: Lintas Islam




Temukan artikel lainnya di Lintas Islam Untuk bergabung dengan group Lintas Islam, click Join; atau kirim email kosong ke alamat:  lintas-islam-subscribe@yahoogroups.com
Lintas Islam tashawuf, tokoh